Sat-Polair Polres Karimun Tangkap Kapal Bermuatan Pakaian Bekas Ilegal

55

KARIMUN, HBABE.CO.ID-Satuan Polisi Perairan (Sat-Polair) Polres Karimun berhasil melakukan penangkapan Kapal bermuatan barang ilegal berupa pakaian bekas di perairan Pulau Merak Kecamatan Meral, Kabupaten Karimun.

 Kasat Polair Polres Karimun IPTU. Binsar Samosir, S. H, M. H. Menyampaikan, pada hari Rabu (27/1) sekira pukul 22. 30 Wib pihaknya berhasil melakukan penangkapan Satu unit Kapal KM. Rika Jaya GT 6 bermuatan barang ilegal berupa pakaian bekas sebanyak 96 karung.

“Kapal KM. Rika Jaya GT 6 di tangkap pada  posisi titik koordinat  0°59.042’N 103°23.968’E. diperairan Pulau Merak  Kecamatan Meral Kabupaten Karimun,”ucapnya.

Dijelaskan, adapun kronologis penangkapan terhadap kapal KM. Rika Jaya GT 6 terjadi pada Rabu (27/1) sekira pukul 22.30 Wib, saat itu Bripka Akto Pryanto. A. MD selaku komandan Kapal Patroli XXXI 30-1002 bersama anggota sedang melaksanakan patroli rutin di perairan Kabupaten Karimun.

Setibanya di Perairan Pulau Merak Kecamatan Meral Kabupaten Karimun dengan  koordinat  0º 59 ‘ 042’N -103º 23 ‘ 968 ” E  sekira pukul 22.30 Wib terdapat Satu unit Kapal Motor KM. RIKA JAYA yang mencurigakan diduga membawa barang ilegal, kemudian Kapal Patroli Sat Polair mendekati Kapal Motor tersebut dan melakukan pemeriksaan.

“Setelah dilakukan pemeriksaan, ternyata Nahkoda Zaharul dan pemilik Kapal Ali Umar yang berada di atas kapal tersebut tidak dapat menunjukan dokumen Surat Izin Berlayar (SIB) dan dokumen muatan yang dibawanya berupa 96 Karung pakaian bekas ilegal,”ujar Binsar.

Selanjutnya, guna pemeriksaan lebih lanjut kapal KM. Rika Jaya di Ad-Hock ditarik ke Pos Polairud Kolong. Dari keterangan para tersangka mengaku barang tersebut diambil dari Pasar Puakang Kabupaten Karimun dan akan dibawa ke Pulau Penyalai untuk di jual.

“Atas perbuatan para tersangka ini, pasal yang diterapkan tindak pidana penyeludupan Pasal 102 UU RI No 10 Tahun 1995 tentang Kepabeanan Jo Pasal 102A huruf (e) UU RI No 17 Tahun 2006 tentang Kepabeanan,”ungkapnya.

Binsar menjelaskan, dari hasil gelar perkara yang dilakukan penyidik Sat-Polair maka penanganan perkaranya diserahkan ke penyidik kepabean Bea Cukai sesuai pasal yang diterapkan.

“Dan untuk kerugian negara akan dilakukan perhitungan oleh penyidik Bea dan Cukai,”pungkasnya.

maszan