Pemkab Karimun Gelar Rapat Evaluasi Percepatan Penanganan Covid-19

11

Karimun, Hbabe.co.id-Bupati Karimun Dr. H. Aunur Rafiq, M. Si pimpin rapat evaluasi percepatan penanganan Covid-19 secara virtual bersama Forkompimda dan jajaran OPD di lingkungan Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Karimun di Gedung Nasional. Minggu (23/5).

Hadir dalam rapat, Ketua DPRD Kabupaten Karimun, M. Yusuf Sirat, S. IP, Sekretaris Daerah Kabupaten Karimun, Dr. H. Muhammad Firmansiyah, M. Si,  Dandim 0317 Tbk, Letkol (Inf) Denny, S. IP, Perwakilan Lanal Tbk, Kasat Intel Polres Karimun, Kepala Dinas Kesehatan, Kepala Dinas Sosial dan Kepala Disperidag Kop.

Hadir secara virtual Kepala OPD di lingkungan Pemda Kabupaten Karimun, Perwakilan KKP, Perwakilan KSOP, Camat se-Kabupaten Karimun, Kepala UPT Puskesmas Se-Kabupaten Karimun, Jajaran Lurah/Kades se-Kabupaten Karimun, Babinsa dan Bhabinkatibmas se-Kabupaten Karimun.

Dalam rapat, Bupati Karimun, Dr. H. Aunur Rafiq, M. Si menyampaikan, bahwa Covid-19 di Kabupaten Karimun mengalami peningkatan, pada hari ini bertambah positif 83 orang dengan total pasien 285 orang.

“Sehingga Pemerintah Daerah Kabupaten Karimun bersama Forkompimda dan jajaran OPD dan seluruh Camat, Lurah, Kepala Desa, Babinsa dan Bhabinkamtibmas menggelar rapat evaluasi percepatan penangananan Covid-19 hari ini,”ujarnya.

Disampaikan, untuk percepatan penanganan Covid-19 di Kabupaten Karimun, beberapa poin yang disepakati oleh seluruh peserta rapat diantaranya:

  1. Menambah Ketersedian Tempat Tidur di RSUD M. Sani di lantai 5 sehingga bisa mencapai 40 tempat tidur pasien.
  2. Memberlakukan pengaturan kapasitas daya angkut penumpang diatas kapal maksimal 75% dari kapasitas.
  3. Memberlakukan pengaturan bagi Pedagang Makanan untuk tidak menyediakan layanan makan ditempat melainkan dibungkus dan tidak diperkenankan menyediakan kursi ditempat.
  4. Meningkatkan pengawasan di pelabuhan kecil dan pelabuhan tidak resmi untuk mengawasi arus keluar masuk pelaku perjalanan.
  5. Menambah tenaga vaksinator sebagai tenaga relawan yang anggarannya akan dibantu dari provinsi.
  6. Mendorong masing-masing Kecamatan untuk menggerakan masyarakatnya melakukan vaksinasi dengan target minimal  300 orang / hari dengan pembagian tugas Puskesmas sebagai tenaga kesehatan dan Pihak Kecamatan dengan melibatkan unsur elemen di Tingkat Kecamatan untuk menggerakan masyarakatnya agar mau melakukan vaksin di Posko yang telah ditetapkan.
  7. Bersikap tegas untuk membatasi kegiatan sosial masyarakat terkait acara resepsi pernikahan agar diawasi utk menghindari terjadinya cluster baru 
  8. Melalui Dinas Sosial akan menyalurkan bantuan sosial berupa sembako bagi Masyarakat yang terpapar Covid-19 
  9. Melalui Disnaker agar menyurati Pihak Sub Kontraktor masing-masing Perusahaan yang memperkejakan Tenaga Kerja dari luar agar dibawa  melalui Pelabuhan resmi Tanjung Balai Karimun yang dilengkapi dengan hasil tes Negatif PCR.
  10. Melalui Dinas Kesehatan agar menyediakan Posko Pelaksanaan vaksinasi tambahan di Gedung Serba Guna Nilam Sari yang diperuntukkan bagi Pegawai ASN dilingkungan Pemda Kabupaten Karimun.

Sementara KSOP dalam rapat menyampaikan, terkait prosedur pelayanan bagi Pelaku perjalanan yang akan berangkat akan diarahkan untuk membeli tiket terlebih dahulu, kemudian melakukan test genose untuk memastikan keberangkatan dan ketersediaan tiket yang dijual dari pihak agen kapal.

Selanjutnya, saran dari KKP agar seluruh Pelaku Perjalanan yang masuk ke wilayah kabupaten karimun dari luar wilayah kabupaten karimun diarahkan untuk melalui pelabuhan domestik Tanjung Balai Karimun sehingga dapat dilakukan pendataan, pengawasan dan pemeriksaan yang lebih intensif.

Sementara Sekretaris Daerah Kabupaten Karimun, Dr. H. Muhammad Firmansiyah, M. Si pada kesempatan tersebut menyampaikan, agar satgas Penanganan Covid-19 setiap Kecamatan melalui data yang diperoleh dari masing-masing Puskesmas atau Dinas Kesehatan menyampaikan data Pasien Covid-19 lengkap by name by addres kepada jajaran  Lurah/Kades hingga ke RT/ RW dan masyarakat disekitar pasien berada agar dapat dilakukan pengawasan dan dukungan dari lingkungan masyarakat sekitarnya.

Lanjutnya, bagi masyarakat yang tidak memiliki rumah yang layak untuk melakukan isolasi mandiri akan dilakukan penjemputan oleh petugas kesehatan agar dilakukan isolasi di Pusat Layanan terpadu Puksesmas Meral Barat.

Sambungnya, dan bagi masyarakat yang suspect dan atau  Positif Covid-19 namun tanpa gejala yang melakukan isolasi mandiri dirumah masing-masing namun tidak patuh maka petugas atau masyarakat disekitar dapat segera melaporkan kepada jajaran petugas terdekat untuk dilakukan penjemputan dan dilakukan diisolasi di pusat layanan terpadu di Puskesmas Meral Barat atau di tempat Karantina Terpadu SMP N 2 Tebing.

maszan