Majukan Ekonomi Kerakyatan, Swalayan Dan Hotel Wajib Tampung Penjualan 20% Produk UKM

13

KARIMUN, Hbabe.co.id- Setiap Minimarket dan toko Swalayan yang ada di Kabupaten Karimun nantinya diwajibkan menjual sebanyak 20 persen hasil produk Usaha Kecil dan Menengah (UKM) dari Industri Rumah Tangga (IRT) yang ada di Kabupaten Karimun. Hal tersebut merupakan kebijakan dari Bupati Karimun guna mempromosikan hasil produk ke masyarakat.

“Ada kebijakan dari Bupati untuk industri kreatif, setiap minimarket dan swalayan harus menjual 20% dari hasil produk UKM baik itu makanan ataupun kerajinan,” ujar Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi, UKM, dan Energi Sumber Daya Mineral Muhammad Yosli, Jumat (17/11) di Gedung Nilam sari.

Dia menambahkan, untuk siap dipasarkan dan dipromosikan kepada konsumen, dalam segi pengembangan dan peningkatan produk harus tahu terlebih dahulu menjamin mutu yang bagus yang dapat menyakinkan para pembeli

“Guna peningkatan mutu tersebut kami ada melakukan pelatihan setiap bulan dari rumah kreatif dan BNI, setahun ada 3 kali pelatihan, belum lagi dari dinas kami,”katanya meyakinkan

Untuk tahap sekarang menurutnya, akan diadakan pertemuan dengan para pengusaha minimarket dan swalayan serta dinas terkait seperti Dinas Penanaman Modal dan Terpadu Satu Pintu.

Sedangkan untuk Hotel Yosli mengatakan, produk yang akan dipromosikan berupa Sendal Hotel yang merupakan bahan dari bank sampah. Untuk itu pihak hotel meminta untuk kualitas harus ditingkatkan.

Kita sudah berbicara dengan PHRI, mereka meminta untuk kualitas ditingkatkan. Memang sendal di Astonkan sudah standar, kita di bawah astonlah yang bisa dipromosikan,” tuturnya mempromosikan

Kemudian menurutnya untuk bisa memenuhi produk yang sesuai kenyamanan dan kebutuhan konsumen, hasil produk yang dipromosikan masih harus ditingkatkan kualitasnya.

“Sudah saya cek bersama tim yang ada di rumah kreatif, mutu dan kualitas belum cukup bagus. Oleh karena itu kita akan mengadakan pertemuan untuk meningkatkan mutu dan kualitas,” tuturnya

mu