Lima Orang PMI Ilegal Berhasil Diamankan Polair Polres Karimun Di Perairan Meral Barat

47
PMI ilegal
PMI illegal yang diamankan

Karimun, Hbabe.co.id-Satuan Polisi Perairan (Satpolair) Polres Karimun berhasil menggagalkan penyeludupan Lima orang PMI ilegal di perairan Meral Barat Kabupaten Karimun pada Minggu (19/9) pukul 19.46 Wib tepatnya di depan PT. Saipem titik koordinat 1˚2.220’ N – 103˚17.572’ E.”

Lima orang PMI ilegal berinisal, SD, LM, MA, EM dan YN hendak diberangkatkan ke negara Malaysia  menggunakan Speed boat tanpa nama bermesin 40 PK yang dinakhodai MI bersama ZL selaku ABK Speed boat.

Kasat Polair Polres Karimun Iptu. Sabar Binsar Samosir, S.H, MH mengatakan, penyeludupan PMI ilegal ini diketahui berdasarkan informasi yang didapat oleh anggota patroli Satpolair Polres Karimun, bahwa akan ada penyeludupan PMI ilegal di perairan Meral Barat.

Selanjutnya, setelah mendapat informasi tersebut Tim Sea Scouts bersama tim patroli Satpolair turun ke lokasi sesuai dengan informasi yang didapat. Sampai dilokasi tim menemukan Satu Speed boat tanpa nama sedang berlayar menuju arah perairan Malaysia, kemudian tim melakukan pengejaran dan berhasil melakukan penegahan.

“Pada saat dilakukan pemeriksaan, Speed boat bermuatan Lima orang perempuan yang diduga PMI ilegal yang hendak siseludupkan ke Malayasia. Dengan adanya temuan tersebut Tim Sea Scouts langsung melakukan penegakan hukum terhadap tekong MI yang membawa Lima orang PMI yang tidak dilengkapi dokumen,”jelasnya. 

Binsar mengatakan, adapun modus operandi MI, membawa Lima orang PMI ilegal menuju Malaysia dengan menggunakan Speed boat tanpa nama bermesin 40 PK berangkat dari Pantai Indah Pangke atas perintah SAB dengan upah RP. 1.500.000 sekali jalan.

 “Lima PMI yang menjadi korban berasal dari berbagai daerah yakni, Dua orang dari Jawa barat dan Tiga orang dari NTT, dari pengakuan korban, mereka dijanjikan bekerja di Batam, namun setelah sampai di Surabaya, pengurus tersebut mengatakan bahwa mereka ini akan dipekerjakan ke Malaysia sebagai pembantu Rumah Tangga,”ujarnya.

Dijelaskan Binsar, setelah tiba di Karimun, Lima orang PMI ilegal sempat diinapkan satu malam, kemudian besoknya dibawa ke Pantai Indah Pangke untuk diberangkatkan ke Malaysia menggunakan Speed boat tanpa nama yang ditekongi MI bersama Satu orang ABK ZL.

 “Dari hasil pemeriksaan yang kita lakukan MI selaku tekong dan ZL selaku ABK ditetapkan sebagai tersangka karena diduga membawa PMI tanpa dilengkapi dokumen resmi, dan saat ini diamankan di kantor Satpolair Polres Karimun guna penyelidikan lebih lanjut, sedangkan SAB selaku perekrut saat ini masih DPO,”katanya.

Dia mengatakan, barang bukti yang berhasil diamankan dari tersangka berupa, Satu Unit Spead Boat Tanpa Nama Dengan Bermesin 40 PK, Satu Hanphone merk Samsung, uang ringgit sebanyakRM 250, minyak bensin sebanyak Lima Jirigen, Lima orang PMI ilegal dan Lima tiket perjalanan dari daerah asal tujuan Karimun.

“Dan pasal yang diterapkan terhadap kedua tersangka MI dan ZL, Pasal 81 Jo Pasal 69 Atau Pasal 86 Jo 73 Undang – Undang Nomor 18 Tahun 2017 Tentang Perlindungan PMI Dengan Ancaman 10 Tahun Penjara,”pungkasnya.

maszan