APK di Jalan Ahmad Yani Kolong Diduga Langgar Aturan

2

Karimun, Hbabe.co.id – Pemasangan Alat Peraga Kampanye (APK) harus sesuai zona yang telah ditetapkan. Hal itu sudah di atur dalam Keputusan KPU Kabupaten Karimun Nomor 337 Tahun 2023 tentang Penetapan Lokasi Pemasangan APK dan Lokasi Kampanye dalam penyelenggaraan Pemilu 2024.

Akan tetapi, masih ada ditemukan APK yang melanggar aturan dilokasi pemasangan APK yang tidak diijinkan seperti di Jl. A. Yani Kolong, Kabupaten Karimun.

Hal tersebut disampaikan dan menuai kritikan masyarakat. Bawaslu Karimun diminta segera melakukan penertiban dan mencopot APK yang di pasang di lokasi terlarang itu.

“Kami mempertanyakan kewenangan pihak-pihak terkait untuk menertibkan APK, karena Jl. A. Yani Kolong itu adalah lokasi pemasangan APK yang tidak diijinkan sebagai lokasi pemasangan APK,” kata salah satu masyarakat yang enggan disebutkan namanya, pada Minggu (28/1/2024) sore.

Ia berharap, parpol peserta pemilu tersebut agar dapat melakukan pemasangan APK sesuai dengan aturan yang berlaku.

“Bawaslu Karimun kami minta untuk menegakkan aturan dan segera lakukan pencopotan terhadap APK yang melanggar aturan tersebut,” pintanya.

Sementara itu, saat dikonfirmasi awak media ini, Ketua Bawaslu Karimun, Muhammad Iskandar, mengatakan APK tersebut tidak mengandung atau memuat unsur-unsur citra diri. APK tersebut hanya memuat fotonya saja sedangkan nomor urut calegnya tidak ada. Selain itu disebelahnya juga adalah Kantor Sekretariat Parpol tersebut.

“Didalam regulasi yang kami pahami bahwasanya itu tidak bisa dimaknai sebagai citra diri karena bersifat komulatif bukan bersifat alternatif, nomor urutnya tidak ada hanya nama dan fotonya saja,” jelas Ketua Bawaslu Karimun, Muhammad Iskandar.

Iskandar menyebutkan jika ada masyarakat yang merasa keberatan dengan keberadaan baliho tersebut maka masyarakat diminta untuk memasukkan surat keberatan ke Sekretariat Bawaslu Kabupaten Karimun.

“Surati ke kita maka nanti kita akan undang masyarakat tersebut datang ke Kantor Bawaslu untuk kita berikan penjelasan”. tukasnya. (*Ry).

Editor : Din